Kamis, 10 Januari 2013

PERANAN SUMBER DAYA ALAM MEWODIDE & LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI MANUSIA MEWODIDE DI EMPAT KABUPATEN,NABIRE,PANIAI,DEIYA DAN DOGIYAI





KATA PENGANTAR
Kesadaran mengenal dimensi lingkungan dalam menyangga kehidupan manusia serta peranannya dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan terus berkembang.Pemerintah dan masyarakat di banyak negara,termasuk Indonesia khususnya di (Meewodide,kab.Nabire,kab.Paniai,kab.Deyai,kab.Dogiai),bekerja keras untuk melindungi lingkungan agar fungsinya  dapat dilestarikan.namun karena berbagai kendala politik,sosial,ekonomi dan budaya upaya tersebut masih belum banyak hasil.
Adapun fungsi lingkunagan yang utama adalah : (1)  Sebagai penyedian sumber daya alam (Input) untuk  kegiatan  produksi;(2) Sebagai pengolah limbah alami(asimilasi ) dan (3) Sebagai sumber kesenangan/hiburan dan (4) Sebagai produsen jasa lingkungan seperti mengatur tata air,mencegah banjir,tanah longsor,n perosot karbon,melindungi pantai dari abrasi,tempat pembangunan dan kebutuhan hidup masyarakat, sumber daya alam semakin langka adanya dan lingkunagan hidup semakin tercemar.(5) Ekonomi Perubahan Iklim yang berkaitan dengan dampak perubahan iklim dan Pemanasan Global (Global Warming) terhadap berbagai Aspek kehidupan.
Kiranya dengan seninar Ekonomi Sumber Daya Alam suku Mee (Meewodide) dan Lingkungan ini baik di masyarakat awam maupun di bangku kulia termasuk dosen dan mahasiswa IPMANPANDODE SE-JAWA BALI yang mengguti seminar ini dan menbacanya dapat diterima dengan baik.Maaf kalau ada kata-kata dalam pengetikan yang salah.....!!!
Dalam kesempatan ini perkenankanlah penyusun mengucapan Trima Kasih kepada ketua Panitia dan Panitia Demikian juga ucapan terima kasih disampaikan  kepada seniorritas dan Yuniorsitas IPMANPANDODE se-jawa bali
Kemudia kepada para pemakai buku ini diharapkan saran dan kritik yang membangun sehingga kulitas buku ini dapat ditingkat dan banyak bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.
Malang,30 Desember 2012
Penyusun,
M.Yeimo,ME 



BAB 1
PERANAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM
PEMBANGUNAN EKONOMI
1.      EKONIMIKA DAN SUMBER DAYA ALAM SUKU MEE (MEEWODIDE) :

Pada umumnya ilmu ekonomi (ekonomika) diartikanb sebgai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tingkatlaku manusia baik secara prorangan maupun sebagai masyarakat berusaha memenuhi kebutuhan mereka dari berbagai alat pemuas kebutuhan atau sumber daya yang terbatas adanya.oleh karena itu manusia atau masyarakat harus melakukan pilihan dalm menggunkan alat pemuas kebutuhan atau sumber daya itu dan juga memilih di antara kebutuhan yang harus di penuhinya.
Alat pemuas kebutuan ini yang dapat upal disebut sebagai sumber daya, dapat berupa barang konsumsi maupun barang produksi. Yang di maksud sumber daya dalam proses produksi tidak hanya meliputi tanah, mineral dan bahan bakar, tetapi juga kerja, kapital  maupun valuta asing. Pada dasarnya Prinsip-prinsip dalam ekonomika sumber daya alam tidaklah terlalu berbeda atau khusus dan masih akan menggunakan prinsip-prinsip analisis ekonomika pada umumnya. Barang-barang sumber daya alam tidaklah bebas sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan. Dengan kata lain barang-barang ini langaka adanya dan memiliki pennggunaan alternatif. Penggunaan alternafit itu dapat berupah penggunaan sekarang dan penggunaan yang akan datang; dengan kata lain dimensi pilihan itu meliputi pilihan saat ini dan saat mendatang.
Selanjutnya dalam melakukan pemilihan atas sumber daya untuk memenuhi kebutuhan itu selalu dipertimbangkan adanya pemuasan kebutuhan dengan tujuan untuk memaksimalkan kepuasan atau untuk memaksimalkan kepuasan atau untuk maksimalkan produksi, baik untuk perorangan ataupun untuk masyarakat.
Seperti telah dikatakan dalam kaitannya dengan sumeber daya alam, peranan ekonomika tidak banyak berbeda, karena persedian itu relatif terbatas dibanding dengan kebutuhan akan sumber daya alam itu. Sekali lagi ekonomika merupakan ilmu tentang proses bagaimana seseorang atau masyarakat mengambil keputusan bagai se  antara kebutuhan yang harus di penuhinya.dengan sumber dayaalam baranmana menggunakan sumber daya yang langka itu. Namun yang lebih menantang ialah jika ekonomika diartikan sebagai ilmu yang mampu memberikan informasi yang baik dan berguna dalam pengambilan keputusan, baik untuk pribadi,lebih-lebih untuk pemerintah, atau bahkan untuk para wakil rakyat yang duduk dalam Dewan Perwakilan Rakyat.
Kita mengetahui bahwa setiap aspek yang dibicarakan oleh suddisiplin ekonomika tentu menyangkut penggunaan sumber daya alam.kebijakan ekonomi makro seringkali menyangkut masalah permintaan terhadap barang-barang sumber daya alam baik dari dalam negeri  maupun dari luar negeri.Sebaliknya tersedian serta biaya pengambilan barang sumber daya alam ini mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi makro.Demikianpula neraca perdagangan internasional suatu negara sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumber daya alam di negara tersebut,seperti minyak bumi, gas alam maupun produk-produk kehutanan dan pertanian.Lebih tampa jelas lagi tingkat pendapat per kapita suatu daerah (provinsi, kabupaten atau kota) sangat di pengaruhi  oleh tersedianya sumber daya alam di provinsi masing-masing.
Dalam b uhungannya dengan berbagai isu tersebut, maka ekonomika lebih tepat kalau diharapkan sebagai ilmu yang mampu menganalisis keadaan yang ada (ekonomi positif) dan kemudian memberikan infornasi tentang implikasi yang dapat timbul dari adanya berbagai alternatif kebijakan, atau keputusan mengenai penggunaan sumber daya alam; dan selanjutnya dihubungan dengan penggunaan sumber daya alam yang semestinya (ekonomi normatif).
Pada saat ini umumnya setiap keputusan pemeritah selalu memiliki sasaran ganda (multiobjectives) dalam penggunaan sumber daya alam seperti demi pertumbuhan ekonomi,mempertahankan keindahan lingkungan, serta keinginan distribusi pendapatan, kekayaan,maupun kekuasaan; serta keinginan un tuk membebaskan diri dari ketergantungan pada kekuatan asing.Lebih-lebih  dalam masyarakat yang menganut sistim Demoktasi, disegalah sesuatu yang berkaitan dengan alternatif pengambilan keputusan dan implikasinya harus dapat diinformasikan kepada masyarakat secara gamblang (terasparan).Jadi jelasannya ekonomika sumber daya alam dapat diartikan sebagai imlu yang memperhatikan baik rencana maupun penilaian terhadap alternatif kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Namun ekonomika tidak dapat bekerja sendirilan secara sempurna sebab bobot dari masing-masing sasaran kebijaksanaan hanya diketahui oleh para politik, di samping banyak informasi yang menyangkut aspek di luar aspak ekonomi seperti kualitas lingkungan, dan stabilitas sosial yang memerlukan masukan dari disiplin ilmu lain seperti ilmu sosiologi, biolog, hukum, teknik, pertanian dan geologi.







2.      LINGKUNGAN DAN EKONOMIKA LINGKUNGAN SUKU MEE (MEEWODIDE)

Lingkungan diartikan sebagai kombinasi antara kondisi fisik dan kelembagaan. Kondisi fisik mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, udara, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Sedangan bagian kelembagaan dari lingkungan adalah ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik itu.
Hal ini meliputi pula apa yang dianggap orang sebagai sesuatu yang bernilai tinggi dalam penggunaan sumber daya alam seperti organisasinya, prosedurnya, serta peraturan penggunaan sumber daya alam untuk mengahasilkan barang dan jasa yang dibutukan manusia. Oleh karena itu pengelolaan lingkungan sekaligus merupakan masalah teknik, masalah ekonimu dan masalah sosial.
Manusia memahami bahwa suatu jenis teknologi tertentu atau bentuk organisasi tertentu tidak akan mampu memecahkan masalah dalam perekonomian secara memuaskan. Oleh karenanya manusia meencanakan teknologi baru ataupun organisasi sosialbaru untuk menampung perubahan dalam sistem lingkungan atas dasar pengetahuan dan pemahamannya yang baru pula terhadap keadaan lingkungan tersebut.
Ekonomi lingkungan didefinisikan sebagai studi tentang dampak yang tidak diinginkan dari adanya suatu pilihan penggunaan sumber daya alam.Yang menjadi tantangan bagi para ahli ekonomi ialah bahwa definisi tersebut menunjukan pada deretan pilihan yang harus diputuskan oleh pengambilan keputusan.
Pilihan tersebut Misalnya : Antara keperluan yang tidak ada habisnya untuk menyediakan kebutuhan pangan dan keperluan untuk memelihara, melestarikan dan menciptakan suatu kualitas kehidupan tertentu. Namun sampai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti Pangan, Perumahan, Pendidikan dan kesehatan sampai pada tingkat tertentu, Pertimbanagan terhadap kondisi Lingkungan yang baik sering masih terlupakan.
Telah dipahami bahwa produksi limbah dan keperluan akan pengolahan limbah dan pengelolaan lingkungan merupakan hasil langsung dari adanya produksi barang dan jasa. Selanjutnya produksi barang dan jasa serta limba tersebut seperti telah disebutkan di depan berhubungan langsung dengan proses pertumbuhan ekonomi,yang apabila tidak  disertai  dengan pengelolaan limbah yang memadai, akan timbullah keadaan yang mengakibatkan adanya pencemaran dan memburuknya lingkungan yang pada gilirannya menggangu pertumbuhan ekonomi tersebut.Pengurasan sumber daya alam dengan demikian tidak hanya terjadi terhadap kuantitasnya, tetapi juga terhadap kualitasnya.
Seperti untuk barang dan jasa pada umunya, ekonomika lingkungan juga menanyakan berapa cepat pertumbuhan ekonomi yang diingikan, bagaimana bentuk pertumbuhan itu, untuk siapa produksi barang dan jasa akan dibagikan, serta siapa yang harus membayar biayanya dan di mana pembangunan itu akan dilaksanakan. Delam bumi, batu bara dan mineral, serta ada pula sumber daya alam yang sifatnya dapat diperbarui seperti air, hutan dan sebagainya.
(Saya memberikan definisi lain terhadap ekonomi lingkungan sebagai cabang ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam mempertahankan atau meningkatkan fungsi lingkungan (M.Yeimo,M.Suparmoko & Maria Suparmoko,2000).

3.      PENGGUNAAN SUMBER DAYA ALAM SUKU MEE (MEEWODIDE)

Kita hidup di planet bumi yang tidak berubah, Dengan tingkat penggunaan sumber daya alam yang relatif meningkat serta kapasitas penyerapan limbah yang relatif tetap atau bahkan berkurang.Apabila manusia memulai memulai proses teknologi,dan kota-kota, industri serta pertanian mulai membuang limbah sebagai produk sampingan proses kehidupan dan produksi, maka akan ada tekanan terhadap kemampuan asumilasi yang dipinyai lingkungan alami, dan kesimbangan ekologi akan lenyap. Pada umumnya beban biaya yang timbul karena limbah tida diletakkan di pundak masyarakat, dan buka si pencipta limbah itu sendiri.Oleh karena itu pemerintah berusaha agar terdapat suatu keadilan,sehingga para produsen atau siapa saja yang menghasilkan limbah hendaknya mempertimbanagkan perlunya kualitas kehidupan dan mengenali biaya yang diperlukan untuk memelihara atau memperbaiki kualitas lingkungan.
Penggunaan sumber daya alam untuk masa datang secara lingsungan perlu dihubungan dengan apa yang disebut sebagai imbangan antara perlu dihubungkan dengan apa yang di sebut sebagai imbangan antara penduduk dan sumber daya alam.Apabila penduduk membutuhkan terlalu banyak barang dan jasa, maka muncullah kebutuhan untuk meningkatkan penggalian sumber daya alam baik yang ekstratfi sifatnya maupun sumber daya alam seperti lapangan terbuka, tempat rekreasi, dan udara yang bersi. Namun dapaknya adalah justru berupa memburuknya kondisi fisik dari dunia ini, dan sayangnya masyarqakat sangat lamban dalam menemukan pemecahan terhadap masalah yang timbul.Beberapa hal yang menjadi alasan dari lambannya penyesuaian itu ialah bahwa :
1.      Masyarakat lebih mengenal adanya pemilikan pribadi (privat / ownership ) dan mekanisme pasar, sehingga pengertian bahwa lingkungan  sebagai barang milik bersama masih sulit dimengerti.(Milton M. Snodgrass and L.T.Wallace, Agriculture, Economics and Resource Management, Prentice Hall, Inc.New Jersey, 1975,hal.45-49.
2.      Kita tidak mengatahui secara pasti apa yang sesungguhnya di inginkan oleh masyarakat, demikian pula tentang teknologi untuk menghasilkan apa yang diinginkan tidak banyak diketahui.
3.      Karena adanya eksternalitas,maka biaya produksi barang dan jasa sering menjadi tidak jelas, di samping adanya kelambanan dalam mobilitas tenaga manusia.


4.      FUNGSI PRODUKSI SUKU MEE (MEEWODIDE)

Kalau kita membicarakan soal pertumbuhan ekonomi,kita melubatkan diri dengan masalah peningkatan produksi (luaran = output) yang terus-menerus dalam jangan panjang. Peningkatan luaran ini tergantung pada macam dan jumlah masukan (input) atau faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hubungan antara luaran dan masukan ini disebut dengan fungi produksi.secara garis besar faktor produksi atau masukan yang dipakai untuk meningkatkan luaran yang berupa produksi barang dan jasa dalm suatu perekonomian dapat dikelompokkan menjadi tenaga kerja, modal atau kapital, tanah dan sumber daya alam lainnya, teknologi dan faktor sosial seperti sistem pemerintahan, adat istiadat,agama dan lain sebagainya.


5.      SUMBER DAYA ALAM DAN BARANG SUMBER DAYA SUKU MEE (MEEWODIDE)

Kita perlu membedakan pengertian antara sumber daya alama (natural resource) dan barang sumber daya ( resource commodity).hal ini perlu ditegaskan karena seringkan kedua istilah itu membuat analisis menjadi kacau dan membingungan. Yang dimaksud dengan sumber daya alam ialah segala sesuatu yang ada di bahwa dan di atas bumi termasuk tanah itu sendiri.
Jadi yang dimaksud  dengan sumber daya alam adalah sesuatu yang masih terdapat di dalam maupun di luar bumi yang sifatnya masih potensial dan belum dilibatkan Proses produksi untuk meningkatkan ketersedian barang dan jasa dalam perekonomian. Sedangan yang dimaksud dengan barang sumber daya adalah Sumber daya alam yang sudah diambil darin dalam atau dari atas bumi dan siap digunakan serta dikombinasikan dengan faktor-faktor produksi lain sehinggan dapat dihasil produksi.
Oleh karena itu bila kita membicarakan mengenai fungsi produsi,yang kita maksud dengan sumber daya alam adalah barang sumber daya itu.Barang sumber daya yang dipakai dalam proses produksi dapat meningkatkan produksi barang dan jasa bila dikombinasikan dengan fakror produksi lain.

6.      SUMBER DAYA ALAM  DAN PERTUMBUHAN EKONOMI SUKU MEE (MEEWODIDE)

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tersediannya Sumber daya alam tidak sama dengan  hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tersediannya barang daya dipakai dalam proses produksi. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumber daya yang di perlukan  dalam pada produksi yang pada gilirannya akan mengurangi tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam bumi karena barang sumber daya itu harus duambil dari cadangan (stock) sumber daya alam.
Jadi dengan semakin menggebunya pembangunan ekonomi di negara yang sedang berkembang, termasuk negara kita Indonsia (Daerah Meewodide) karena merasa ditinggal dari Negra  lain (Daerah lain) dan ingin menghilangkan adanya kemiskinan di negra (Daerah Meewodide) tersebut, maka akan berarti semakin banyak  barang sumber daya yang diambil dari dalam bumi dan semakin sedikitlah volume cadangan sumber daya alam tersebut.
Dengan demikian dapat dikatakan ada hubungan yang posifik antara kuantitas barang sumber daya dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan yang negatif antara pertumbuhan ekonomi dan cadangan sumber daya alam yang ada di dalam bumi. Di samapin itu dengan pembangunan ekonomi yang cepat di barengi dengan pembangunan pabrik-pabrik,akan tercipta pula pencemaran lingkungan yang semakin membahayakan kehidupan manusia.

Gamber Hubungan antara Pendapatan Nasional dan Barang Sumber Daya
Oleh karena itu perlu diingat bahwa dengan adanya pembangunan yang sangat cepat, apabilah kita tidak berhati-hati, pasti pembangunan itu akan mengurusan sumber daya alam yang ada di negara (Daerah mewodide) kita,dan pada gilirannya barang  sumber daya yang diperlukan bagi pembangunan juga akan terbatas adanya, sehingan hal ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi lebih lanjut
Uraian di atas sudah membawa kita kepada pengertian mengenai pembangunan yang berwawasan lingkungan agar pembangunan suatu proyek tidak menimbulkan pencemaran dan tidak menguras sumber daya alam. Sesungguhnya  ada dua pola penting dalam melaksanakan pembangunan yang didasarkan atas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
 Dalam RUTR harus ditentukan pola kemampuan tanah, curah hujan dan letak tanah, agar bila pembangunan dilaksanakan tidak terjadi erosi dan pendangkalan sungai Misalnya.Pola yang pertama dipengaruhi oleh lingkungan alam yang menjadi titik tolah dibentuknya zonasi atau kawan lingkungan.Sedangkan dengan AMDAL harus dilakukan studi kelayakan baik teknis, sosial ekonomi, maupun lingkungan untuk menentukan ambang batas pencemaran bila dilaksanakan suatun proyek.
 Jadi pembangunan berkawasan lingkungan adalah pembangunan yang memperhitungkan dimensi lingkungan dengan melihat hasil positif, sedangan limbah dan sampah merupan hasil negara(Daerah Meewodide). Dengan demilian justru hasil yang negatif itulah yang harus mendapat perhatian untuk diminimalkan dalam pembagunan berwawasan lingkungan. 
Kerena Sumber daya alam diartikan sebagai segala sesuatu negara (Daerah Meewodide)   dijuga negra kita, dan  


7.      ISU TENTANG SUMBER DAYA ALAM SUKU MEE (MEEWODIDE)
Berikut ini dapat dikemukakan beberapa isu pokok mengenai penggunaan sumber daya alam .Sebagai isu pertama
1.      Isu pertama”Berapa lama dan dalam keadaan bagaimana kehidupan manusia dapat berlangsung terus di bumia ini dengan persediaan tertentu dari sumber daya alam yang melekat di suatu tempat (insitu resources),yann dapat diperbaharui tetapi dapat rusak, serta terbatasnya sistem lingkungan hidup”laporan kelompo Roma dalam”batas-batas pertumbuhan menunjukkan dunia akan ambur karena Sumber daya yang penting (seperti bahan bakar minyak dan batubara) terbatas jumlahnya; sedangan tingkat konsumsi dunia terus meningkat.Beberapa Sumber daya alam yang dapat diperbaharui(seperti perikanan dan Sumber daya Air) sedang mengalami kerusakan dan pencemaran,demikian pula  lingkungan dalam mengakomodasi limbah menjadi semakin terbatas. Sebagai gambaran, jika penggunaansumber daya alam meningkat 5% per tahun, tingkat penggunaan itu meningkat menjadi dua kali lipat dalam waktu 14 tahun.Jika sekarang ini persediaan diketahui 100 kali penggunaan saat ini (reserve to production ratio = 100),maka persedian yang ada akan habis dalam waktu 36 tahun jika penggunaan meningkat 5% pertahun persedian itu akan habis dalam waktu 48 tahun
2.      Isu kedua mengenai lokasi persedian yang telah diketahui.Misalnya persediaan Minyak persediaan minyak dunia banyak dan  terus ditemukan, tetapi persediaan tadi semakin jauh dari para konsumen,(terutama negara-negra Barat dan Jepang).Oleh karena itu mungkin karena tekanan politik dan kenaikan harga akan konsumen dan timbullah embargo minyak oleh OPEC pada tahun 1972.
3.      Isu ketiga adalah adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran penggunaan dari sumber daya tidak dapat diperbaharui (renewable resources) ke sumber daya yang dapat diperbaharui(stock resouces).Misalnya batu bara menjadi semakin penting setelah cadangan arang kayu semakin sedikit serta harganyanaik.Sektor pertanian diAmerika maupun di Negara yang sedang berkembangan termasuk Indonesia mengganti tenaga ternak dengan mesin yang menggunakan bahan bakar Minyak.Barang-baarang konsumsi pindah dari barang yang dapat dipakai.Apakah kita dapat kembali ke keadaan semula setelah cadangan barang-barang sumber daya alam semakin sedikit adanya.
4.      Isu empat berhubungan dengan kebijakan penggunaan sumber daya alam pada masa yang lampau di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana, berpandangan dekat serta ekploitasi yang terlalu rekus  terhadap sumber daya alam.
5.      Isu kelima Apakah kia telah benar-benar memahami peranan dan pentingnya sumber daya alam dan lingkungan sebagai faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi baik di masa lampau maupun yang akan datang.Analisis Pertumbuhan sering dihubungkan dengan perubahan teknologi dan tenaga kerja (human capital), tetapi kurang sekali dhubungan dengan sumber daya alam dan lingkungan sebagai tempat membung limbah hasil-hasil pembangunan. Padahal di kemudian hari mungkin hal lingkungan dan sumber daya alam  itu sukar didapat
6.      Isu keenam,ialah bahwa kita semakin tergantung pada sumber daya alam  ini dibutukan lebih banyak energi dan biaya.
7.      Isu ketujuh ialah: semakin memburuknya keadaan lingkunan  sebagai akibat  kemiskinan yang berkelanjutan dan  pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan .
8.      Isu kedelapan ialah : tentang pembangian peranan yang diberikan kepada mekanisme pasar dan pemerintah dalam menentukan bagaimana sumber daya alam itu dikelolah sepanjang waktu.
Dalam usahan memanfaatkan sumber daya alam ada beberapa altermatif  yang perlu dipertimbangkan.
ü  Apakah sumber daya dihabiskan saja secara cepat dalam suatu periode dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan standar hidup yang tinggi,tetapi diikuti dengan kehancuran suatu sistem kehidupan secara cepat pula
ü  Apakah sumber daya alam dimanfaatkan perlahan-lahan, sehingga tinggat pendapatan dan standar hidup tetap rendah, dan untuk jangka waktu yang lama.
ü  Apaakah Sumber daya dimanfaatkan secara cepat guna mencipkan kemampuan menggantikan sumber daya yang tidak pulih, sehingga produksi perekonomian dapat terus berlangsung.
ü  Apakah sumber daya alam dihemat penggunaannya (conserved) dan dimanfaatkan sedikit, tetapi akan menjadi usang bila terdapat penemuan teknologi baru.
ü  Apakah perubahan teknologi serta substitusi sumber daya alam yang dapat diperubahan akan dapat memelihara kelangsungan pertumbuhan Produk Nasional(Daerah meewodide)Bruto,tetapi memburuknya lingkungan akan mengurangi kesejahteraan Manusia.
Demikianlah penbicaraan mengenai sumber daya alam Suku Mee (Meewodide) dalam pembangunan ekonomi.selanjutnya pada Bab 2 akan dibahas  mengukuran kelangkan sumber daya alam suku mee dan bab 3 tentang kebijakan yang bertanggunjawb dalam mengelolah sumber daya alam suku mee dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA
Howe,Charles W, Natural Resourc Economi,John and Sons, Singapore,1979.Snodgrass, Milton M. and L.T. Wallace, Agriculture, Economics and Resource Management, Prentice Hall, Inc, New Jersey,1975. Thirwall, A.P.,Growth and Development With Special Preference to Developent With Special Preference to Developing Coutries, ELBS,Second Edition. Vincen, Jeffrey R., Environmental Kuznets Curves with a Developing Country, in Environment and Develompment Economics Journal, Volume 2 Part 4, Oktober 1997.
















BAB 2
MENGUKUR  KELANGKAAN  SUMBER DAYA ALAM SUKU MEE (MEEWODIDE)

Telah diuraikan di bagian depan bahwa terdapat kelompok optimis dan kompok pesimis mengenai persediaan sumber daya alam.Dengan adanya dua kelompok pemikiran itu telah dirasakan perlunya untuk meneliti lagi manakah di antara  kita perlu kedua kelompok pemikir itu yang pendapatnya dapat diterima.Dengan kata lain kita perlu mengadakan pengukuran tentang jumlah persedian sumber daya alam.Namun demikian tidak mudah bagi para ahli ekonomi untuk mrngetahui apakah sumber daya alam yang ada itu masih banyak jumlah dalam arti kuantitas atau Volume tertentu.
 Ahli geologi dengan ilmu dan alat yang mereka memiliki lebih mampu dalam mengukur kuantitas atau Volume batu bara ayang tersedia dalam bumi.Demikian pula ahli pertanahan lebih mampu mengetahui tanah mana yang masih subur serta berapa luasnya dan sebagiannya.Ahli ekonomi dengan peralatan analisis yang mereka milik juga harus dapat mengetahui masih banyak atau tinggal sedikit sumber daya alam tertentu itu tersedia di dalam bumi atau di permukaan bumi ini, walaupun tidak dapat menentukan volume atau jumlahnya secara pasti dalam ukuran tertentu.Sering ahli ekonomi hanya mengatakan sumber daya alam itu langka atau tidak; dan kelangkaan ini lebih berarti kelangkaan ekonomi dan bukan kelangkaan Fisik.
Apakah yang dimaksud dengan kata “langka” itu…? Para ekonomi sudah terbiasa mengartikan kata langka dengan keadaan di mana jumlah barang yang diminta lebih banyak dari pada jumlah barang yang di tawarkan atau tersedia,dan dalam pasar persaingan serpurna kelangka ini akan menyebabkan harga barang bersangkutan nai. Dalam kaitanya dengan sumber daya alam,persedian itu di perhadapkan pada tinggat komsunsi sumber daya alam per tahun untuk memperkirakan berapa lama lagi jumlah cadangan tersebut akan dapat dikonsumsi untuk menopang kehidupan manusia   Persedian atau cadangan sumber daya alam kita artikan sebagai volume sumber daya alam yang sudah di ketahui dan dapat diambil dengan mendatangkan keuntungan pada tingkat biaya  produksi dan tingkat harga tertentu.Sebagai misal sejak Indonesia baru merdeka sudah diketahui bahwa Indonesia memiliki pasir besi di pantai selatan jawa tengan, namun stastik  mengenai pasir besi belum sempurna dan  tingakat harga tertentu.Sebagai misal sejak  Indonesia baru merdeka sudah diketahui bahwa Indonesia miliki pasir besi di pantai belum selatan jawa tenga,namun statistik menganai pasir belum sempurna dan kita tidak mengatahui berapa cadangan (stock) pasir besi tersebut;baru setelah tahun1970-an dengan adanya nilai ekonomi karena  bernilai sebagai sumber alam  dan  perlu diperhitungan volume persediaannya.
Demikian pula batu dan pasir sebelum digunakan sebagai bahan bengunan belum menpunyai nilai dan jumlah yang ada belum diketahui cadangannya.Selanjutnya cadangan dapat ditingkatkan baik dengan penebuan deposit baru ataupun dengan teknologi baru yang dapat mengubah sumber daya alam yang tidak ekonomis menjadi sumber daya alam yang ekonomis  sanyangnya memang sulit untuk mengetahui Volume fisik, lokasi,maupun kualitas  sumber daya alam  secara tepat, sehingga sulit pulah untuk menentukan derajat kelangkaan sumber daya alam tersebut .  Untuk mengetahui langka tidaknya sumber daya alam di dumi ini, para ahli ekonomi mengagunakan berbagai  cara atau alat pengukuran  dalam bidang ilmunya, yaitu dengan melihat harga barang sumber daya alam da nilai sewa ekonomis atau economic rent (Fisher). 


BAB 3
KEBIJAKAN YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM MENGELOLA
SUMBER DAYA ALAM SUKU MEE DAN LINGKUNGAN

Konsep menganai persedian atau stock sumber daya alam dan tingkat penggunaannya telah banyak kita bahasa pada bab-bab sebelumnya. Walaupun secara singkat,kegiatan eksplorasi, dampak serta motivasi pasar untuk menambah atau mengurangi persedian sumber daya alam telah kita pelajari pula. Telah memaklumi pula bahwa perhatian terhadap kecukupan sumber daya alam bukan merupakan hal yang baru, melainkan sudah berabad-abad lamanya dirasakan.
Telah kita mengerti pula bagaimana mengkonsepsualisasikan berbagai tahapan proses pertumber ekonomi dalam  kaitannya dengan peranan sumber daya alam dan lingkungan.Kelangkaan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan dapat membatasi perttumbuhan ekonomi .Walau suatu batasan yang sangat seruidapat diatasi dengan berbagai cara. Berapa cara yang dapat mengurangi kelangkaan sumber daya alam,dan  kerusakan lingkungan telah ditemukan seperti halnya dengan penemuan baru sumber daya alternative dan peninggkatan efisiensi penggunaan sumber daya alam yang semuanya terlaksana karena adanya kemajun telnologi.
Peranan pasar dalam pengelolah sumber daya alam dan lingkungan juga telsh mendapat perhatian,khususnya mengenai bagaimana pasar dapat berfungsi bersama dengan kriteria-kriteria lani yang harus digunakan dalam menilai pengelolah sumber daya  alam dan lingkungan,baik oleh pengusahan perorangan maupun di bahwa perencanaan nasional. Masalah-masalah yang belum dapat diatasi oleh pasar persaingan sempurna dan juga belum dapat diselesaikan oleh kebijakan di sector public telah dianalisis pula seperti masalah sumber daya milik umum.
Isu yang ada sangat banayak dan luas sehingga perlu dipikirkam apakah diperlukan suatu pedoman bagi kebijaksanaan umum, yaitu pedoman yang dapat mengarahkan setiap pengambil keputusan untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan “sumber daya alam dan lingkungan yang rasional dan bertanggung jawab”

1.                       DEFINISI KEBIJAKAN SUMBER DAYA ALAM SUKU MEE DAN LINGKUNGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB

Isu yang berkaitan dengan kebijakan sumber daya alam dan Iingkungan yang bertanggung
jawab adalah :
Apakah produksi secara total dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat karena pertambahan penduduk dan pendapatan mereka serta apakah lingkungan di man kita tinggal dapat bertahan lama tanpa mengalami gangguan percemaran yang merupakan. Menurunkan pola konsumsi agregat dan tidak membiarkan lingkungan fisik menjadi rusak,maupun tidak menimbulkan resiko,maupun tetapi justru sebaliknya akan membuat genta tidak dapat menghentikan beberapa jenis kecenderungan memburuknya lingkugan hidup,namun suatu saat pasti diperlukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut demi kehidupan manusia .Kasus terakhir yang banyak kita ketemui adalah :
penebangan dan pembalangan hutan yang dampaknya sangat luas terhadap perubahan iklim,banjir,tanah longsor ataupun kekeringan. Definisi kebijakan sumber daya alam dan lingkungan yang bertanggung jawab itu berhasil menjelaskan isu penting yang dihadapi oleh pemerintah, Misalnya :
lobal untuk semua daerah atau untuk semua Negara misalnya berudahan mencegah pencemaran udara dan air,kerena pencemaran udara seringkali tidak mengenal batas negar,seperti kasus kebakaran hutang Sumatra dan Kalimantan yang asapnyas menyebar sampai Singapura dan Malaysia.






2.         FAKTOR-FAKTOR UTAMA YANG MEMPENGARUHI TERSEDIANYA SUMBER DAYA ALAM DAN KUALITAS LINGKUGAN DI MASA DATANG DI SUKU MEE (MEEWODIDE).

Dari berbagai factor,teknologi dan kelembagaan diperkirakan akan menentukan tersedianya sumber daya alam di masa datang beberapa di antaranya merupakan factor yang sangat perlu mendapat perhatian.Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga      .a      .macam yaitu:  factor-factor teknologi

factor teknologi,factor permintaan dan gaya hidup,serta factor kelembagaan dan pemerataan.

1.Keadaan fisik tersedianya sumber daya mineral tampak semakin sulit yaitu: bahwa untuk sumber daya metal yang menjadi semakin penting bagi teknologi baru justru menjadi semakin langka adanya dan tersebut letakny.Hal ini membutukan usaha dan biaya yang besar, sehingga cenderung untuk tidak diekploitasi lagi.

2.Kemampuan menggantikan masukan (input) atau sumber daya buatan manusia dan yang dapat diperbaharui bagi sumber daya alam yang tak pulih tampaknya dimungkinkan di berbagai industri.Namun perubahan teknologi telah seringkali menunjukkan pula adanya substitusi dengan sumber daya alam pulih.Barang-barang bekas yang dapat diolah kembali atau didaur ulang (recycling).

3.Pemanfaatan skala ekonomi.Perubahan teknologi yang ada telah berulangkali membawan ke arah efisiensi produksi yang lebih tinggi dengan skala produksi yang lebih luas.Namun kesempatan ini tampaknya sudah berkurang.

4.Perubahan teknologi di masa datang memang selalu dapat di harapakan, tetapi perubahan itu relatif keculi saja sifatnya.

5.Penghargaan dan nilai lingkungan yang berkualitas tinggi selalu meningkat dari waktu, sedangkan dampak pengambilan sumber daya alam yang semakin buruk tampak sekin serius pula. Di lain pihak kemampuan teknologi untuk menanggulangi pencemaran serta teknologi untuk melindung lingkungan tampak kurang pasti dan mahal.Akhirnya komdisi lingkungan yang memburu akan membatasi kegiatan manusia dalam mencapai tujuan hidup mereka.tidak hanya ada penurunan kemampuan alam dalam menyerap limbah kegiatan industri,pertanian maupun jasa,tatapi tampaknya ada kepunahan kurang nyaman dan kurang menyenangkan untuk menopan kehidupan manusia.

a.    Faktor  Konsumsi dan Gaya Hidup.

Tidak  rusak, membiarkan lingkungan fisik menjadi Bahwa para ekonomi tidak banyak mengetahui proses perubahan system nilai individual maupun kelompo,sehingga sulit juga mengetahui gaya hidup masyarakat akan berubah pula selera terhadap barang sumber daya alam.
    
b.   Faktor Kelembagaan dan Keadilan

Lingkungan usaha sering kurang menjamin adanya invasi.Larangan atau peraturan pemerintah biasanya meningkatkan biaya dan mengurangan  keinginan untuk melaksanakan perubahan.


3.    PEDOMAN BAGI KEBIJAKAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN YANG BIJAKSANA.

Faktor-faktor teknologi,social,dan kelembagaan yang akan menentukan tersedianya sumber daya alam dapat digolongkan ke dalam dua kelompo yaitu : 1.Kelompo factor yang menunjukan adanya rasa optimism untuk masa depan. 2.kelompok factor yang menimbulkan rasa ketidakpastian di masa datang.Pengelompokan seperti I ni akan cenderung lebih banyak menimbulkan rasa pesimis daripada rasa optimis.Misalnya antara Efisiensi dan distribusi,atau antara efisiensi dan keindahan lingkungan.Sebagai @Mengilangkan “Ketidakmampuan untuk pulih”bagi semua sumber daya alam yang dapat pulih.kita mengenal apa yang disebut standar minimum yang aman (Safe minimum standard)untuk semua system sumber daya alam yang puli,yaitu menghindari tindakan fisik yang akan membuatnya tidak ekonomis untuk memanen dan membalik tindakan deplesi.


4.             SYARAT YANG PERLU BAGI PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERTANGGUNG JAWAB.

Dalam tahapan awal pembangunan ekonomi suatu daerah terdapat kecenderungan untuk meletakkan tekanan utama pada maksimisasi manfaat ekonomi bersih(net economic benefit) sebagian criteria pengembangan dan pengelolaan sumber daya alam.Dengan meningkatnya pendapatan regional daerah tersebut, criteria-kriteria lain memerlukan perhatian seperti perlindungan terhadap lingkungan alam fisik, kesehatan keamanan dan sebagainya.

5.        KRITERIA EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hasil yang dicapai oleh kebijakan pemerintah tergantung pada kualitas dari pemerintah itu sendiri.Apabila pemerintah tidak efisien,maka akan terjadi pemborosan dalam perekonomian,maka peranan swasta akan menjadi sekin kecil,para individu dan juga badan-badan usaha swasta tidak lagi dapat melatih diri dalam berinisiatif secara efektif untuk mencapai keputusan yang rasional yang berguna bagi pencapaian kepuasan ataupun keuntungan yang maksimal.Pada tahap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan rencana dan program diperlukan kajian Lingkungan hidup Strategis yang mengakaji dampak lingkungan apa saja dan bagaimana bentuk dampak tersebut dimungkinkan dengan  adanya kebijakan,rencana dan program.Kriteria yang dipakai untuk menilai kebijakn pemeritah di antaranya adalah:

a.        Keadilan :menghendaki agar kebijakan pemerintah mempunyai pengaruh yang tidak berat sebelah.

b.        Efisiensi: Ekonomi sering juga sebagai”pareto optimal”yaitu suatu criteria yang sangan banyak digumakan oleh  para ahli ekonomi untuk menilai kebijakan pemeritah itu memberikan pengaruh ekonomi yang lebih baik dalam bentuk kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggai.




c.         Kebapakan:Ada beberapa kasus kebijakan pemerintah yang berguna Misalnya :Pemeritah melarang didirikannya padrik bubur kayu(pulp) di wilayah tertentu.atau pemeritah melarang rakyat di daerah pengunungan menebang pohon, walaupun  itu miliknya  sendiri.

d.        Kebabasan Perorangan:Pada umumnya orang member nilai yang tinggi terhadap kebebasan perorang.misanya pemerintah melarang seseorang untuk berburu,maka hal ini akan mengganggu atau mengurangi kebebasan orang tersebut dalam menggunakan waktu senggangnya.
 
6.    ISU KEBIJAKAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

Kalau kita amat lagi ternyata kebijakan dalam bidang sumber daya alam dan lingkungan akan selalu menyangkut hal-hal yang sangat luas yang berhubungan dengan kebutuhan manusia pada umumnya.Pernyaan  yang berkaitan dengan cara bagaimana kita harus bekerja,apakah sasaran pembangunan yng ingin kita capai, dan bagaimanakah cara yang paling efektifuntuk memobilisasikan sumber daya yang kita miliki guna mencapai sasaran tersebut.

a.    Konflik dalam Penggunaan Sumber Daya Alam.

Di satu pihak limbah dapat dibuang ke geosfer,hydrosfer, dan atmosfer pada laju yang melebih kemampuan ekosistem untuk berasimilasi dengannya,sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang tak dapat dipulihkan kembali.Strategi yang demikian akan meingkatkan konsumsi barang dan jasa dalam jangka pendek,tetapi akan segera menimbulkan kehancuran bagi kehidupan manusia yang berlarut-larut.
Pengengalian Sumber daya alam di pandang sebagai suatu cara sebentara yang bijaksana, kemudia nyenpurnakan teknik pemanfaatan sumber daya alam pulih agar terjamin kelestriannya,dan mengakonversi sumber daya alam menjadi modal manusia (human capital) dan modal fisik buatan manusia (physical capital).
b.    Sumber Daya Tanah:
Tanah merupakan tempat bagi tanaman, bagi hewan ,bagi aliran air,bangunan, transportasi dan sebaginya.Demikian puia tanah berguna dalam mendukung kehidupan berbagi macam makhluk. Tanah juga sebgai penimbunan nilai seperti temapt menyimpan persediaan tanah ini maka dengan digunakannya sebidang tanah akan mempengaruhi penggunaan yang lain yang sifatnya potensial.



Contoh :
1. Dengan diadakan pertambangan di suatu wilayah, tentu akan menggangu lahan/tanah untuk pertanian,untuk kehutanan,ataupun untuk tempat tinggal maupun untuk kegiatan industri. Begitu pula penggunaan tanah untuk  kehidupan perkotaan  dengan bangunan – bangunannya,jalur-jalur trasportasi,taman-taman, dan sebagiannya, akan mengurangi tersedianya tanah untuk mengubah tanah pertanian  berarti harus menghancurkan investasi capital yang tak terhingg besarnya. Oleh karena itu keputusan untuk mengubah tanah pertanian menjadi tanah perkotaan adalah keputusan untuk  mengubah tanah pertanian menjadi tanah perkota adalah keputusan yang akibatnya tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula (irreversibli) ,karena  sangat besar biayanya.

c.              Sumber Daya Air:

Mengenai Sumber daya Air juga tidak banyak ubahnya dengan sumber daya tanah.Air dalam rumah tangga sangat berguna untuk mandi dan minum;dalam kegiatan industry air juga berguna untuk memanaskan, mendinginkan,memberihkan,melarutkan,demikian pula air berguna untuk kegiatan pelayaran, rekreasi berenang,menangkapikan,dan bersampan;tetapi air juga berguna untuk membuang limbah dan juga untuk mendukung ekosistem di sector pertanian maupun bukan pertanian.Terdapat kemungkinan adanya konflik antara berbagai penggunaan (among uses) dan pula antara orang-orang yang menggunakan (among user).sebagai missalnya : Air yang  digunaakan untuk  pembuangan limbah secara intensif akan mengurangi nilai air dalam mendukung ekosistem, secara intensif akan mengurangi nilai air dalam mendukung ekosisten,dan dengan sendirinya akan mengurangi nilai untuk rekreasi; dan selanjutnya akan meningkatkan biayapengolahan untuk mengembalikan air ke mutu yang baik agar cocok untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,perdagangan ataupun industry.

d.              Sumber Daya Udara:

Penggunaan udara sangat berarti dalam mendukung kehidupan manusia dan kehidupan semua makhluk yang ada di bumi ini.Demikian pula udara memungkinkan adanya gerakan dari satu tempat ke tempat lain,juga untuk kenikmatan adanya gerakan dari satu tempat ke tempat lain, juga untuk kenikmatan, transportasi, proses industry, maupun untuk membuang limbah yang berupa asap pabrik dan asap kendaraan ke udara itu untuk kehidupan manusia.
Asap pabrik dan gas buang kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber utama dari gas rumah kaca (gree house glass) yang sangat mempengaruhi pemanasan global

kasus ini sangt menonjol di.kabupaten indramayu dimana petani merasakan kurangnya air irigasi untuk pertanian mereka Akibatnya  muncul preman-preman air yang  seolah-olah menguasai pintu air dan memaksakan petani membayarnya sekedar untuk mendapatkan air irigasi

e.              Sumber Daya Manusia:

Pada gilirannya kita harus melihat juga adanya Sumber daya manusia yang seringkali menjadi pelengkap dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.Masyarakat modern banyak menanamkan modal untuk memperbaik kualitas manusia (human capital) agar dapat menjadi pelengkap atau bahkan menggantikan peranan dari sumber daya alam (natural capital) .Dengan kemanpuannya yang semakin tinggi dalam mempengaruhi ekosistem, mengorganisasikan, merencanakan dan mengambil keputusan baik secara perorangan ataupun secara bersama-sama,maka peranan SDA sangatlah dominan dalam menentukan kelangsungan hidup manusia di  bumi ini.

f.                    Interaksi Antar Sumber Daya Alam:

Selanjutnya kita harus mempertimbangakan pula adanya interaksi antara berbagai penggunaan sumber daya alam   diperoleh dari sumber daya lainnya. Seringkali mengurangi nilai yang dapat diperoleh dari sumber daya lainnya Misalnya : Penggunaan  tanah di kota, di sector industry maupun untuk angkutan, akan mempengaruhi kualitas udara. Penampungan air di waduk akan menyebabkan digenanginya daratan sewah atau tempat tinggal penduduk, dan  mungkin akan menyebabkan tanah pertanian menjadi lebih produktif dengan adanya irigasi, pengendalian banjir, pelayaran maupun penciptaan energy listrik lewat PLTA.Demikian pula dengan dibuatnya saluran pengaturan (drainage) di daerah yang bece akan mengganggu system hidrologi dan mengubah pola banjir,system air tanah, maupun system ekologi.juga perusakan tanah untuk  di sector pertanian akan menurunkan kualitas air dan mengudah system  ekologi. Selanjutnya sumber daya alam seringkali dipakai secara bersama atau dalam kombinasi satu sama lain. Angaakatan atau trasportasi udara,tetapi juga memerlukan daratan untuk lepas landas,untuk mendarat, dan juga untuk berjalan para penumpang dari dank e pesawat udara.Kegiatan pengolahan di sector industry  juga membutukan tanah sebagai tempat atau letak kegiatan itu,juga membutuhkan mineral,air,bahkan sinar matahari serta udara.Begitu pula kegiatan pertanian juga memerlukan tidak hanya tanah, tetapi juga air,udara,dan tentunya akan dipengaruhi oleh tersedianya maupun kualitas dari masing-masing jenis sumber daya alam itu.

 pertambangan,bangunan, pembangunan jalan raya,ataupun untuk pertanian akan mempengaruhi kualitas air.Halam yang ditutup dengan semen dan aspal untuk transportasi maupun untuk keindahan halaman akan meningkatkan adanya aliran air hujan langsung ke sungai (run off).Pemupukan dan pemberian obat pemberantas hama untuk meningkatkan produktivitas seperti tanah,udara,ataupun air, seringkali mengurangi nilai yang daoat dan lingkungan tersebut. Penggunaan yang secara langsun terhadap salah satu sumber daya alamBeberapa Masalah Umum Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar